Selasa, 07 Februari 2012

Aspek-aspek keuangan yang harus diperhatikan dalam pengembangan dan implementasi TI di perusahaan

Sejak pertengahan tahun 1990-an kita menyaksikan munculnya internet yang disebut media sebagai lahirnya ekonomi baru (new economy). Lahirnya new economy itu telah mengubah secara mendasar manajemen dari sebuah perusahaan besar yang ada didunia terutama dalam memberikan value kepada pelanggan. Terutama pada Teknologi Informasi yang menggerakkan nilai ekonomi secara cepat, informasi berjalan begitu hebat dengan produk-produk yang bahkan bisa dipajangkan secara didigitalkan.
Kertas-kertas brosur yang masih laris di negara kita kini, di negara-negara maju telah berganti dengan iklan-iklan elektronik yang biasanya dikirimkan secara serempak kepada ribuan bahkan jutaan pasar potensial mereka lewat internet. Walaupun tindakan ini sekarang tengah mengalami polemik dan dianggab menganggu privasi orang dan dikategorikan sebagai gangguan atau spammer,  namun target utama yang ingin dicapai oleh produsen yaitu informasi produk kepada konsumen telah tercapai dengan sukses.
Saat ini, penggunaan Teknologi Informasi di perusahaan semakin meningkat tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi sudah pada proses membantu pengambilan keputusan. Bahkan, pada beberapa sektor industri, ketergantungan terhadap Teknologi Informasi sudah sangat besar seperti pada sektor perbankan dan keuangan. Namun demikian, perusahaan juga tidak bisa secara gegabah mengeluarkan investasi untuk implementasi Teknologi Informasi, karena tentu saja harus memperhitungkan cost dan benefit yang dihasilkannya. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan semacam blue print yang sering disebut sebagai IT Master Plan sebagai dasar perusahaan dalam melakukan implementasi Teknologi Informasi. IT Master Plan pada intinya berisi rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi di Perusahaan. Di dalamnya berisi pedoman kebutuhan sistem informasi seperti apa yang diperlukan perusahaan. Maka ditinjau dari aspek keuangan, langkah awal yaitu sdimulai dengan melakukan kajian  biaya dan manfaat atau yang lebih dikenal sebagai “cost and benefit analysis”.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan adalah : 
1.       Lingkungan mikro perusahaan
Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
a.       Perusahaan
Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.
b.      Pemasok (Supplier)
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
c.       Para Perantara Pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :

Strategi E-business

Dalam membangun suatu sistem e-business, diperlukan adanya suatu strategi khusus yang berbeda dengan stategi bisnis yang digunakan dalam perusahaan yangbergerak secara offline.
Dalam pengembangan e-business, strategi memegang peranan yang penting karena di sini teknologi hanya memiliki 1/3 bagian dari sistem, sedangkan sisanya mencakup organisasi, SDM, rekanan, sistem manajerial, administrasi front dan back office, serta strategi yang diterapkan.
Dalam sistem e-business, para konsumen harus bertindak lebih aktif untuk mencari informasi situs dan produk-produk yang dipasarkan daripada konsumen tradisional yang lebih banyak menunggu usaha promosi dari para pebisnis.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keaktifan konsumen pada sistem e-business. Oleh karenaitu, pebisnis harus dapat menentukan strategi yang tepat untuk meraih kesuksesan melalui sistem e-business. Berryman dalam bukunya yang berjudul Electronic Cmmerce: Three EmergingStrategies mengungkapkan beberapa model pembentukan e-market, yaitu:

Tahap-tahap Pembangunan Sistem e-Business

Tahap Perencanaan
  • Memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikan secara rinci.
  • Merumuskan kasus-kasus bisnis yang ingin di selesaikan.
  • Mengestimasikan total investasi yang akan disediakan.
  • Rencana aksi yang konkrit.

Tahap Analisis
6 dimensi kelayakan (Mc.Leod):
  • Kelayakan teknis
  • Pengembalian ekonomis
  • Pengembalian non-ekonomis
  • Hukum dan etika
  • Operasional
  • Jadwal
Faktor lain :
  • Kelayakan oraganisasi
  • Memilih kelompok bisnis
  • Kemungkinan permodalan
  • Tingkat kompetisi produk
  • Likungan operasional sistem
  • Sistem harga.
Tahap ini harus dilakukan seobyektif, jika ditemukan indikasi ketidaklayakan, cari sebabnya, apa dapat diatasi atau tidak ? jika bisa segera susun langkah konkritnya.

Mobile Banking

MOBILE BANKING (M-Banking) berarti Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.

M-Banking memiliki pengertian yaitu sebuah fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.Dengan ada nya M-Banking,pihak perbankan berusaha mempermudah akses para nasabahnya dalam melakukan transaksi.Dengan adanya layanan M-Banking,nasabah bank-bank yang telah memiliki layanan  tentu saja tidak perlu pergi ke ATM atau kantor Bank tersebut.
Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIMtolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau dikenal dengan istilah sms banking.
Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan Bank menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.

Perubahan Paradigma dan Revolusi Internet


Bagaimanakah menurut Anda perubahan Paradigma dan Revolusi Teknologi, membantu atau menambah repot, uraikan dan jelaskan  pendapatnya ?
  • Jawab :  Menurut saya perubahan Paradigma dan Revolusi Teknologi tergantung dari sisi penggunaannya jika kita dapat menggunakannya secara baik dan memahami cara menggunakannya pasti sangat membantu, khususnya saya sebagai seorang mahasiswa dengan adanya revolusi teknologi dengan mudah dalam mengerjakan tugas. Sebaliknya bagi mereka yang kurang memahami cara menggunakannya   pasti terasa merepotkannya.
Apa perbedaan dan persamaan dari Teknologi informasi dan Sistem informasi dan kaitannya dengan e-bisnis ?
  • Jawab :  Perbedaan dari Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yaitu Sistem informasi lebih kepada informasi dan cara mengelolahnya sehingga menghasilkan informasi sedangkan teknologi informasi lebih kepada infrastrukturnya. Sedangkan dari segi persamaan keduanya ialah sama-sama membantu peran manusia melakukan otomatisasi, efektifitas dan efesiensi  terhadap suatu tugas atau proses .
  • Kaitannya dengan e-business adalah salah satu faktor pendukung atas keberhasilan sebuah e-business yaitu Teknologi informasi dan ada dua hal yang penting dari E-business  yang pertama, Teknologi informasi atau sering disebut Internet, yang memungkinkan kita untuk melakukan transaksi bisnis secara elektronik. Yang kedua adalah orang, dimana pekerjaan yang ada sekarang penuh dengan orang-orang yang lebih akrab dengan kemajuan teknologi dibandingkan dengan dua beberapa tahun yang lalu.

 
Powered by Blogger